Sabtu, 09 Mei 2015

Pembuatan Lubang Biopori: Jumat 17 April 2015

Community Service







Pembuatan Lubang Biopori Gelombang ke 3, Matkul Character Building, Universitas Bina Nusantara

Nama : Krissanto Irenius Gerong
NIM   : 1801404711

Pada pembuatan lubang biopori di gelombang ke 3 kali ini, saya dan kelompok membuat lubang biopori di tempat yang sama. Namun, berhubung tanggal 20 April akan ada Ujian Tengah Semester, maka saya dan kelompok bersepakat untuk menyelesaikan pembuatan lubang biopori hingga lubang ke 10.
Ketika proses pembuatan lubang, ternyata hujan turun. Saya dan kelompok menunggu hujan agar reda. pada kesempatan ini, saya dan kelompok sangat terbantu. Karena hujan saya dan kelompok dapat memastikan letak lubang biopori sehingga lubang yang dibuat dapat berfungsi dengan baik dan dapat menyerap dan menjebak aliran air agar diresap ke dalam tanah.

Berikut hasil dan dokumentasi pembuatan lubang biopori gelombang ke 3:
Pembuatan lubang ke 7
Lubang ke 7 yang hampir selesai





Pembuatan lubang ke 8
Lubang ke 8 yang telah selsai dibuat
Pembuatan lubag ke 9 yang penuh perjuangan
Lubang ke 9 yang telah selesai dibuat
Pembuatan lubang ke 10



















Saling membahu membuat lubang terakhir
Lubang ke 10


















Kegiatan membuat lubang biopori telah selesai di kerjakan.
Ketika lapar datang


Demikian laporan pembuatan 10 lubang biopori yang telah selesai di lakukan. Semoga laporan ini bermanfaat.

Pembuatan Lubang Biopori: Jumat 10 April 2015

Community Service

Pembuatan Lubang Biopori Gelombang ke 2, Matkul Character Building, Universitas Bina Nusantara

Nama : Krissanto Irenius Gerong
NIM   : 1801404711

Pembuatan lubang biopori pada gelombang ke 2, saya dan kelompok membuat tiga lubang biopori dan mengecek lubang biopori yang telah dibuat. Dalam pembuatan lubang biopori kali ini saya dan kelompok masih menggunakan langkah-langkah yang sama pada hari pertama membuat lubang biopori dan masih memperhatikan hal-hal telah disebutkan pada postingan yang pertama.

Proses pembuatan lubang ke 4
Mengumpulkan sampah organik yang ada di pekarangan

Lubang ke 4 yang telah selesai dibuat
Proses pembuatan lubang ke 5






Proses memasukkan sampah organik
Lubang ke 5 yang telah selesai dibuat




Proses pembuatan lubang ke 6

Proses memasukan sampah organik
Lubang ke 6 yang telah selesai dibuat.
















Demikian laporan serta hasil dokumentasi pembuat lubang biopori ke 4, ke 5, dan ke 6.

Sabtu, 18 April 2015

Pembuatan Lubang Biopori: Selasa, 07 April 2015

 Community Service

 

 

 

 

 

Pembuatan Lubang Biopori, Matkul Character Building, Universitas Bina Nusantara

Nama: Krissanto Irenius Gerong
NIM  : 1801404711

Dalam melengkapi tugas salah satu mata kuliah yang berkaitan dengan kepedulian sosial, saya bersama dengan kelompok saya membuat lubang biopori. Saya membuat lubang biopori tersebut di Jalan Karmel Raya blok D No. 1(deket sekolah sang timur). Dalam membuat lubang biopori ada beberapa alat yang harus disiapkan terlebih dahulu. alat-alat tersebut antara lain:
  1. Bor Biopori (alat terpenting)
  2. Paralon yang sudah dibolongi sekelilingnya (berdiameter 10 cm dan panjang 30-50 cm)
  3. Penutu paralon yang sudah dibolongi
  4. Linggis
  5. Sendok semen

 Bor Biopori


Paralon


Penutup Paralon


Linggis


Sendok semen

Pembuatan lubang biopori ke-1, ke-2, dan ke-3

Setelah semua alat sudah siap dan telah mendapatkan lahan yang akan dilubangi, kita harus melakukan beberapa proses. Pertama, pastikan lahan yang akan dilubangin. Hal ini bermaksud untuk memastikan bahwa tanah yang akan dilubangin tidak terdapat batu atau pun tanah. Bila kita membuat lubang biopori di halaman rumah, pastikan bahwa tanah yang akan kita lubangin tidak terdapat saluran pipa air atau pun tidak berada di bawah sepitank. Tahap kedua, karena lubang biopori di tujukan sebagai lubang resapan air, maka buatlah lubang di tempat air sering menggenang atau di tanah dimana tempat air mengalir. Hal ini bertujuan agar air dapat meresapan kedalam lubang tanah dan tidak lari ke saluran pembuangan air. Tahap - tahap diatas merupakan beberapa proses yang penulis lakukan dalam membuat lubang biopori. 

Setelah tahap - tahap diatas telah dilakukan, proses membuat lubang biopori dapat dilakukan. Membuat lubang biopori dapat dilakukan dalam beberapa langkah, antara lain:
  1. Melubangin tanah dengan bor biopori sedalam 100 cm.
  2. Masukan setengah paralon kedalam lubang.
  3. Masukan sampah - sampah organik seperti daun yang kering kedalam lubang.
  4. Tutup paralon dengan penutup paralon.
  5. Ratakan atau injak paralon masuk kedalam lubang.

Laporan dan dokumentasi lubang biopori ke-1

Pada hari pertama pembuatan lubang biopori Jalan Karmel Raya blok D No. 1(deket sekolah sang timur), penulis dan kelompok penulis berhasil membuat 3 lubang biopori.

Dokumentasi pembuatan lubang:

Lubang ke-1


 















Lubang ke-2












Lubang ke-3



















Proses pemasukan paralon



















Memasukan rumput












Demikian laporan pembuatan lubang biopori pada Selasa 7 April 2015.





 Community Service


 

 

 

 

Pengertian Lubang Biopori

Biopori adalah lubang-lubang kecil atau pori-pori  di dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai akitifitas organisme di dalamnya, seperti cacing, , perakaran tanaman, rayap dan fauna tanah laiinya. Pori-pori yang ada dapat menigkatkan kemampuan tanah menahan air dengan cara menyirkulasikan air dan oksigen ke dalam tanah.  Jadi, semakin banyak biopori di dalam tanah, semakin sehat tanah tersebut. Lubang-lubang biopori yang terbuat melalui aktifitas organik maupun aktifitas serangga dalam tanah merupakan lubang biopori alami. Sedangkan, lubang biopori buatan merupakan lubang biopori yang dibuat oleh manusia menggunakan bor biopori. Lubang ini memiliki kedalaman kurang lebih 50 - 100 cm dan berdiameter 10 cm. Maksud dibuatnya lubang biopori adalah untuk menjadi lubang resapan air hujan sehingga air hujan dapat meresap kembali ke dalam tanah. Selain itu dengan adanya biopori maka tanah mampu memperbesar daya tampungnya terhadap air hujan yang masuk ke dalam tanah, mengurangi genangan air di permukaan tanah, dan pada akhirnya mengurangi volume limpahan dan aliran air hujan ke saluran atau sungai.
gambar dibawah menunjukkan lubang biopori buatan: